Tuesday, March 1, 2016

PAPILLOMA VESTIBULAR

Papilloma Vestibular (PV) dari vulva merupakan suatu tumor jinak yang tidak bebahaya ditemukan di daerah vestibula dari vulva vagina. Vestibula dari vulva adalah daerah diantara labia minora dimana bermuaranya meatus urinary (lubang kencing) dan lubang vagina. Pada pemeriksaan morfologi, tumor ini memiliki konfigurasi berbentuk papilar (tonjolan) dan merupakan tumor dari epitel skuamosa dari vulva (bagian terluar vagina). Tumor ini ekivalen dengan hirsutis korona glandis (pearly penile papul/hirsutoid papilloma) pada pria.

Nama lain dari Papilloma vestibular
  • Hirsutoid papilloma vulva
  • Mikropaplilomatosis labialis
  • Papillomatosis vestibular


Apakah Penyebab papilloma vestibular ?

Sampai saat ini penjelasan pasti mengenai sebab dari papilloma vestibuler belum dipahami dengan baik. Beberapa studi menunjukkan tidak ada kaitan antara papilloma vestibuler dengan infeksi virus HPV. Papilloma vestibular juga tidak ditularkan secara seksual. Meskipun kadangkala, terjadi koinsidens dimana selain lesi HPV juga ditemukan lesi papilloma vestibular.

Bagaimanakah gejala dari papilloma vestibular?
  • Memiliki karateristik berupa penonjolan seperti papil yang kecil dengan ukuran panjang 0,1 – 0,3 cm, dapat single atau dalam jumlah banyak di daerah aspek medial dari labium minus.
  • Sering melibatkan kedua labia minora.
  • Gejala pada penderita kemungkinan asimptomatik atau mengeluhkan rasa gatal (pruritus) di daerah tersebut. 
  • Mikropapil mungkin terlihat pada wanita yang asimptomatik, dan biasanya merupakan refleksi suatu keadaan normal dari anatomi vestibuler. 
  • Pada pemeriksaan kolposkopi, miropapil ini dilapisi oleh epitel tipis yang berwarna aceto-white. 
  • Tidak memiliki kekhasan condyloma yang umumnya memiliki epitel yang tebal dan berwarna putih dan memberikan penampakan cauliflower. 

Bagaimanakah papilloma vestibular di diagnosis ?

  • Dokter akan melakukan anamnesa riwayat medis secara menyeluruh dilanjutkan dengan pemeriksaan fisis.
  • Dermoskopi. Suatu alat menggunakan lensa spesial yang dapat membantu dokter ahli kulit untuk memeriksa bentuk lesi.
  • Pemeriksaan dengan Wood's lamp untuk mengamati adanya perubahan pigmentasi yang mungkin terjadi. Wood's lamp menggunakan sinar ultraviolet.
  • Pemeriksaan histopatologi memberikan gambaran papil yang kecil dengan epitel skuamosa yang umumnya tidak mengalami keratinisasi. Tangkai fibrovaskuler mengandung jaringan fibromiksomatous. Pemeriksaan terhadap HPV pada mikropapil jarang memperlihatkan HPV DNA. Frekuensi pelaporan bervariasi dari 0% sampai 9%. Pada penemuan klinik yang dihubungkan dengan adanya infeksi HPV, HPV DNA dapat ditemukan pada lebih dari setengah kasus. Tentunya observasi dari HPV pada beberapa penderita tidak menetapkan HPV sebagai penyebab. Oleh karena pada kebanyakan penderita penyebab tidak diketahui maka dianjurkan pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan HPV menjadi berharga bila pada penemuan klinik diduga HPV ; walaupun jika hanya mikropapil yang ditemukan tanpa perubahan HPV atau gejala, terapi atau biopsi tidak diperlukan.

Bagaimanakah Papilloma vestibular di terapi?

Pada kebanyakan kasus, tidak perlu diterapi kecuali menimbulkan rasa khawatir dan tidak nyaman pada individu penderita. Pada penderita yang asimptomatik, aplikasi dari bahan kaustik, seperti trichloroacetic acid cukup memuaskan. Tetapi sebelumnya penderita harus diingatkan adanya efek samping berupa rasa nyeri.Pembedahan sederhana juga dapat dilakukan bila perlu.

Apakah Faktor Risiko terjadinya Papilloma Vestibular ?

Sampai saat ini tidak dtemukan adanya faktor risiko yang menjadi predisposisi seseorang dapat terkena papilloma vestibular ini.

Apakah komplikasi yang dapat terjadi ?

Papilloma vestibular merupakan lesi jinak dan tidak menyebabkan komplikasi yang berarti. Meskipun jarang, kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi :
  • Rasa nyeri dan tidak nyaman saat berhubungan badan sehingga dapat menyebabkan stress emosional.
  • Lesi yang berulang muncul kembali pasca tindakan pembedahan pada beberapa wanita.
  • Rasa takut bahwa penyakit ini adalah penyakit menular seksual

Dapatkah papliloma vestibular ini dicegah ?

Sampai saat ini tidak ada cara untuk mencegah munculnya papilloma vestibular ini. Penderita juga sebaiknya tidak menggunakan sabun atau bahan kimia yang terlampau keras karena akan memperparah kondisi bia sudah terkena.

Bagaimanakan prognosis papilloma vestibular ini ?

Oleh karena sifatnya yang jinak, prognosis untuk papilloma vestibular sangat baik bila mendapat terapi yang tepat.

Thursday, February 25, 2016

KONDILOMA AKUMINATA (Kutil Kelamin) pada VULVA

Kondiloma akuminata atau sering disingkat kondilomata merupakan penyakit kutil kelamin berupa lesi papiler atau verukosa yang disebabkan oleh infeksi virus, yakni Virus HPV jenis papovavirus yang mengandung DNA. Kutil ini merupakan suatu penyakit yang ditularkan secara seksual, menyebabkan pertumbuhan jaringan berwarna merah muda atau serupa kulit di sekitar daerah labia, pembukaan vagina atau di dalam vagina serta di sekitar anus. Meskipun kutil kelamin dapat menyerang kedua jenis kelamin, namun wanita lebih banyak menderita dibanding pria.condiloma-acuminata-vulva
Penyebaran virus ke vulva dapat berasal dari diri sendiri, bila terdapat lesi di bagian lain tubuh, atau melalui hubungan seksual. Vaginal discharge tidak menyebabkan kondilomata akuminata seperti yang pernah diduga sebelumnya (oleh karena itu dulu dikenal dengan istilah Gonococcal Warts), tetapi menyediakan lingkungan di mana virus dapat tumbuh subur, demikian pula pada kehamilan.

Lingkungan yang hangat dan lembab dengan sedikit paparan udara menerangkan mengapa kondilomata vulva mempunyai bentuk yang berbeda dengan yang terdapat di tangan.

PENYEBAB

Kondiloma akuminata disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Ada kurang lebih 100 tipe HPV, yang dapat menyebabkan bebagai jenis penyakit yang berbeda. HPV tipe 6 dan 11, merupakan tipe utama penyebab kondilomata, sementara tipe 16 dan 18 penyebab utama dari kanker serviks. kondiloma-acuminata-anal
HPV ditularkan melalui kontak kulit ke kulit secara langsung termasuk sebagai akibat berhubungan seks, oral seks, anal seks dan kegiatan lain yang melibatkan organ genitalia (seperti masturbasi menggunakan tangan). Sangat tidak mungkin tertular HPV hanya karena menyentuh toilet di kamar mandi.

Sebagian besar orang yang terinfeksi HPV, seringkali tidak menderita kutil yang dapat dilihat dengan mata telanjang, namun ia masih dapat menularkan virus kepada orang lain tanpa disadarinya. Sehingga, setiap orang dewasa yang telah aktif secara seksual harus dianggap berpotensi sebagai penyebar virus HPV, bukan hanya mereka yang telah jelas memiliki kutil.

Kutil sendiri dapat terlihat mata telanjang membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga tahunan setelah pertama kali terpapar virus HPV. Sehingga, seringkali sulit untuk mengetahui sejak kapan pastinya seseorang terinfeksi virus .

GEJALA

Kutil kondiloma akuminata dapat berdiameter 1-5 milimiter namun dapat pula bertumbuh atau menyebar menjadi massa yang besar di daerah anal atau genitalia. Pada beberapa kasus tampak seperti tangkai kecil. Dapat keras (mengalami keratinisasi) dan juga lunak. Warnanya bervariasi dan dapat pula berdarah. Pada sebagian besar kasus, gejala  yang ditemukan pada infeksi HPV adalah kutil itu sendiri yang kemudian dapat menyebabkan  gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman baik fisik maupun psikologis penderitanya.

Ditemukan di bagian mana saja di vulva dan sekitar anus, menyebar ke dalam introitus vagina dan kadang-kadang melibatkan vagina bagian atas dan serviks. 

Kondilomata yang ditemukan di vulva hampir selalu multipel. Secara tipikal kondilomata akuminata memiliki struktur bercabang dengan tangkai yang sempit, yang tumbuh secara berkelompok sehingga memberikan gambaran Cauliflower (kembang kol), tetapi dapat juga mempunyai dasar yang luas dan kasar.

Walaupun sangat jarang terjadi dan membutuhkan waktu yang sangat lama, Kondilomata acuminata dapat berkembang menjadi ganas.

TERAPI

Ada banyak cara menangani kondilomata.  Meskipun telah mendapatkan terapi, sangat mungkin kutil kelamin dapat kembali muncul dalam beberapa minggu atau bulan setelahnya, Hal ini terjadi karena tidak semua virus HPV dapat dimusnahkan dari tubuh penderita. Beberapa sel pada jaringan kulit dan vagina penderita yang kelihatan normal, mungkin saja juga sudah terinfeksi HPV. Namun, sebagian besar penderita akan memusnahkan semua virus HPV yang menginfeksi sel-sel dengan sel imun mereka sendiri dalam kurun waktu 2 tahun.

Penanganan kondiloma termasuk tindakan eksisi, ablasi dan pemberian vaksin. Dulu, eksisi dilakukan dengan skalpel dan elektrokauter dan sekarang dengan loop excision electocautery (wire cautery). Ablasi dilakukan dengan menggunakan alat seperti cryotherapy dan CO2 laser ablation dan bahan kimiawi seperti podophylin, trichloroacetic acid, idoxuridine, dan flourouracil. Dan penanganan yang terbaru yaitu penggunaan bahan antivirus dan immunomodulatory.

Secara garis besarnya, terapi Kondilomata meliputi pemberian obat-obatan (termasuk vaksin) serta tindakan bedah :

a. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan meliputi pemberian krim atau cairan topikal yang diolesi di atas kutil sekali atau beberapa kali dalam seminggu, selama beberapa minggu hingga kutil menghilang.

Podophyllin - Podophyllin merupakan cairan yang mampu merusak dinding jaringan kutil. Pengobatan dilakukan dengan cara melarutkan podophylin dalam 10-25% emulsi spirit (tinc benzion) lalu dengan cotton swab, dioleskan secara langsung ke tiap-tiap lesi untuk menghindari terkenanya kulit sekitar. Pembilasan dilakukan setelah 6 – 8 jam kemudian. Lesi akan mengisut dan terlepas dalam waktu 7 hari. Terapi dapat diulang per minggu hingga 4 sampai 6 minggu, tergantung dari derajat lesi dan reaksi terhadap pengobatan. Perlu diingat bahwa podophyllin merupakan suatu zat yang sitotoksik sehingga tidak dapat diberikan pada trimester pertama kehamilan dan juga pada lesi di vagina.

Podofilox — Podofilox mirip dengan podophyllin, namun bila pemberian podophyllin biasanya harus dilakukan dokter atau perawat, Podofilox (Condylox) dapat digunakan langsung oleh pasien sendiri di rumah. Dengan menggunakan cotton swab, penderita mengoleskan larutan ataupun bentuk gel dari obat ini pada tiap lesi kutil, 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.Lalu selama empat hari setelahnya istirahat. Sama seperti podophyllin, podofilox di kontraindikasikan pada wanita hamil sebab efek sampingnya juga serupa.

Bichloroacetic acid dan Trichloroacetic acid — Keduanya,bichloroacetic acid (BCA) and trichloroacetic acid (TCA), merupakan asam-asam yang sanggup menghancurkan jaringan kutil. TCA lebih umum digunakan. Pemberian TCA dengan cara diolesi pada lesi kutil sekali seminggu selama 4 hingga 6 minggu atau hingga kutil lenyap semua. Efek samping TCA meliputi nyeri dan sensasi terbakar namun TCA ini aman digunakan pada wanita hamil.

Imiquimod — Imiquimod (Aldara) merupakan krim yang dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyingkirkan jaringan kutil. Krim ini digunakan dengan cara dioleskan pada lesi (biasanya saat menjelang tidur), lalu dibasuh dengan air setelah 6 hingga 10 jam kemudian. Krim ini digunakan 3 kali per minggu hingga selama 16 minggu. Iritasi ringan dan kemerahan adalah normal selama terapi, dan itu berarti bahwa proses pengobatan sedang bekerja. Obat imiquimod ini tidak direkomendasikan pada wanita hamil.

Interferon — Interferon juga merupakan pengobatan yang memicu respon sistem kekebalan tubuh penderita. Tersedia dalam berbagai bentuk sediaan (injeksi, topikal dan gel), namun penelitian menunjukkan bahwa pemberian secara injeksi langsung di jaringan kutil, lebih efektif dibanding sediaan lainnya. Efek samping interferon meliputi sindrom menyerupai flu, nafsu makan berkurang, kelemahan,  dan nyeri. Obat ini tidak direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama namun biasanya dikombinasikan dengan pengobatan medis atau bedah lainnya, terutama pada jenis-jenis kutil kondilomata yang tidak mempan dengan terapi tunggal. Interferon tidak aman digunakan selama kehamilan,

Sinecatechins — Sinecatechins ( Veregen) merupakan produk tumbuhan yang dapat digunakan sendiri.  Mekanisme pasti dari catechine (katekin) tidak diketahui dengan jelas, namun mereka terkenal memiliki efek antioksidan dan memperkuaat sistem imun tubuh. Larutan katekin ini dioleskan pada lesi kutil eksternal 3 kali sehari hingga selama 16 minggu. Jangan digunakan pada lesi kutil di dalam vagina dan anus atau pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh atau sedang menderita Herpes yang aktif. Setelah pengolesan, dapat dibilas dengan air sebelum melakukan kontak seksual atau sebelum memasang tampon ke dalam vagina. Obat ini juga dapat membuat lapisan latex pada kondom dan diafragma melemah, sehingga berisiko bocor. Pada beberapa penelitian, 5 persen pasien tidak melanjutkan pengobatan dengan rejimen ini oelh karena efek samping dam hampir 90 persen melaporkan efek samping yang menganggu meliputi rasa gatal, kemerahan, nyeri, inflamasi, ulserasi, pembengkanan, rasa terbakar dan kulit melepuh.

b. Terapi bedah

Terapi bedah meliputi tindakan membuang jaringan kutil (eksisi) dan tindakan menghancurkan jaringan kutil (membekukan, membakar). terapi-terapi ini sering dikombinasikan dan aman untuk pasien yang sedang hamil.
Pasien-pasien yang direkomendasikan mendapat terapi bedah meliputi :
  • Kondilomata yang tidak berespon terhadap obat-oabatan
  • Kondilomata yang sangat luas, dimana pemberian obat-obatan saja tidak cukup memadai.
  • Kondilomata yang mengenai vagina, uretra dan anus sekaligus.
  • Kondilomata yang selain berbentuk kutil, juga ada jaringan yang mengarah ke prekanker.
Berikut beberapa tindakan bedah yang dapat dilakukan :

Krioterapi (Cryotherapy) — Cryotherapy menggunakan bahan kimia untuk membekukan jaringan kutil dan biasanya tidak memerlukan pembiusan sehingga dapat dilakukan di poliklinik. Efek samping meliputi sedikit nyeri saat prosedur dilakukan,  iritasi , udem dan ulserasi. Cryotherapy ini aman bagi wanita hamil.

Elektrokauter (Electrocautery) — Electrocautery menggunakan energi listrik untuk membakar jaringan kutil. Terapi ini biasanya harus dilakukan di kamar operasi menggunakan anestesi lokal untuk mencegah nyeri.

Eksisi — Eksisi berarti tindakan bedah menggunakan pisau bedah untuk membuang jaringan kutil kondilomata. Tindakan ini dilakukan di kamar operasi dengan bantuan bius lokal untuk mencegah nyeri. Efek samping jarang terjadi namun bila ada, meliputi nyeri, timbul jaringan parut dan infeksi.

Laser — Laser menghasilkan energi berkekuatan rendah yang dapat menghancurkan jaringan kutil. Dokter yang melakukan tindakan ini haruslah terlatih dan memiliki alat yang khusus. Tindakan ini juga dilakukan di ruang operasi dengan bantuan bius lokal untuk mencegah nyeri. terapi laser direkomendasikan bagi penderita yang memiliki jaringan kutil tersebar pada area yang luas. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi : jaringan parut, nyeri dan perubahan pada kulit (biasanya warna kulit menjadi lebih cerah).

FOLLOW UP

Setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan yang diperlukan, bukan berarti virus HPV yang menyebabkan kondilomata benar-benar hilang. HPV Kadangkala kutil dapat berulang kembali dalam 3 sampai 6 bulan pasca terapi.  Penting dalam rentang waktu itu, untuk kembali melakukan kontrol dan cek up berkala pada dokter yang merawat.
Dikatakan bahwa hampir pada 90 % pasien dalam 2 tahun, sistem imun akan dapat memusnahkan semua virus dari dalam tubuh, namun  pada beberapa wanita yang mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh oleh beberapa kondisi seperti diabetes, HIV atau konsumsi obat-obatan tertentu, infeksi HPV masih dapat berulang kembali.

PENCEGAHAN

Vaksin HPV — 2 jenis vaksin yakni , Gardasil dan Gardasil 9, tersedia untuk mencegah penyakit kondiloma akuminata atau kutil kelamin ini. Gardasil membantu mencegah infeksi dari 4 tipe HPV (tipe 6, 11, 16, dan 18), dan Gardasil 9 membantu mencegah infeksi dari 5 tipe HPV lainnya. Sehingga kombinasi kedua vaksin ini dapat membantu mencegah hampr semua jenis tipe HPV yang dapat menyebabkan kondiloma akuminata dan kanker serviks sekaligus.Sebuah vaksin lainnya, Cervarix, membantu mencegah infeksi hanya dari 2 tipe HPV  (tipe 16 dan 18), sehingga ia dapat mencegah kanker serviks namun tidak dari infeksi kondiloma akuminata. Kesemua vaksin ini sangat aman digunakan

Hubungan seksual — Hindari berhubungan seksual dengan orang yang mengidap infeksi HPV atau kondilomata. Namun seringkali hal ini sulit dilakukan karena infeksi kutil kelamin tahap awal tidak dapat dilihat mata telanjang. Kondom sendiri tidak memberikan perlindungan menyeluruh terhadap HPV sebab area tubuh yang tidak tertutup kondom masih dapat tertular  virus HPV. Jika anda terkena HPV dan khawatir pasangan anda tertular, bicarakanlah secara terbuka. Beritahu bahwa infeksi HPV sangat umum terjadi dan seringkali tanpa gejala. Tidak ada tes yang spesifik dapat memeriksa virus HPV pada vulva yang asimtomatik. Yang ada, tes yang dapat melacak HPV pada serviks dari jenis tipe HPV yang berbeda dengan yang menyebabkan kondilomata.

Saturday, February 20, 2016

KISTA PADA VULVA

Kista pada vulva merupakan salah satu tumor jinak yang paling sering ditemukan pada daerah intim wanita. Berikut beberapa jenis kista yang dapat mengenai vagina

1. KISTA SEBASEA

Kista sebasea merupakan kista yang mengenai kelenjar sebasea di daerah vagina. Kelenjar sebasea dan kelenjar apokrin terdapat di labia mayora, labia minora dan mons veneris. Kista terbentuk bila terjadi sumbatan pada duktus yang disebabkan oleh debris ataupun akibat fibrosis. kista-sebasea
Gejala
Kista sebasea sering ditemukan, umumnya mengenai satu atau kedua labia, berwarna kekuning-kuningan, khas dan berupa nodul yang tidak disertai dengan rasa sakit.

Terapi
Eksisi dianjurkan bila kista mengalami infeksi sekunder. Demikian pula bila ukuran lesi melebihi 0,5 – 1 cm, ataupun karena alasan kosmetik. 

2. KISTA EPIDERMOID


Kista epidermal umumnya disebut kista inklusi epidermal. Dapat merupakan suatu kelainan kongenital (dibawa sejak lahir), tetapi lebih sering sebagai akibat dari tertanamnya epitel atau kulit perineum saat tindakan pembedahan pada vulva, terutama episiotomi.

Gejala
Sering di temukan di perineum dan dinding posterior vagina dan kadang-kadang di bagian lain vulva. Bila merupakan suatu kelainan kongenital, umumnya berada di daerah garis tengah.
Kista ini biasanya berukuran kecil dan jarang melebihi besar dari kacang polong, Penderita umumnya memiliki kista yang multipel, utamanya di labium mayus. Umumnya asimptomatik (tidak bergejala) dan lebih menimbulkan masalah kosmetik. Kadang-kadang kista dapat mengalami erosi dan terinfeksi. Kista epidermal yang kecil dan terisolasi sering dikacaukan dengan hidradenoma.
Kista ini memberikan gambaran perkejuan, sehingga sering dikacaukan dengan kista sebasea.

Terapi
Penanganan tidak dianjurkan pada penderita yang asimptomatik (tanpa gejala). Pada penderita dengan lesi multipel yang simptomatik dilakukan eksisi.

3. KISTA HIMEN DAN KISTA KLITORIS


Diduga berasal dari sisa-sisa duktus Wolffian (Gartner) dan dilapisi oleh epitel kuboid. Umumnya menyebabkan masalah bila terinfeksi dan menjadi abses yang rekuren atau sinus persisten.

4. KISTA DUKTUS SKENE


Merupakan pelebaran kistik dari kelenjar Skene yang khas berlokasi dekat dengan orifisium uretradi vestibulura. Walaupun kebanyakan ukurannya kecil dan sering asimptomatik, tetapi mempunyai kemungkinan membesar dan menyebabkan obstruksi pada saluran kemih sehingga memerlukan tindakan eksisi.

5. KISTA KELENJAR BERTHOLINI


Kista Bartolini merupakan kista yang paling sering ditemukan di daerah vulva (0,5% dari penderita ginekologi) yang disebabkan oleh oklusi (penyumbatan) pasca inflamasi dari duktus kelenjar Bartholini, akibat akumulasi mukus dan sering asimptomatik. Baca juga Sekilas kista Bartolinikista-kelenjar-bartolini
Gejala
Umumnya diawali dengan infeksi akut dari vulva, yang pada kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri gonokokus. Infeksi pada kelenjar Bartolini menghasilkan bahan purulen (nanah), dan pembesaran yang terjadi dengan cepat, disertai rasa nyeri dan terbentuk massa abses (abses Bartholini).
Pembengkakan dapat berkisar antara 1 – 8 cm. Jika berukuran kecil dapat dengan mudah dipalpasi dengan jari telunjuk di vagina dan ibu jari di perineum.

Terapi
Penanganannya dilakukan marsupialisasi, yaitu melakukan irisan berbentuk elips kurang lebih 2 cm di lateral dari cincin himen dan isi dari kista dikeluarkan. Tepi kulit kemudian di jahit lajur dengan menggunakan benang yang mudah diabsorbsi dan jarum atraumatik.
Kateter inflatable-bulb tipped (Word Catheter) dianjurkan, dan mudah digunakan. Katetar diinsersikan ke luka irisan pada abses. Balon kateter dikembungkan dengan mengisi larutan saline 2 – 3 cc dan dibiarkan selama 4 – 6 minggu, sampai terjadi epitelisasi membentuk saluran keluar kelenjar yang permanen. 

6. Lainnya
Kista endometriotik kadang-kadang terdapat pada vulva, dan umumnya disebabkan oleh implantasi pada luka episiotomi.

Monday, February 15, 2016

Sekilas Malaria

plasmodium-dalam-saliva-nyamuk-anopheles-betina
plasmodium dalam liur nyamuk anopheles betina
Malaria adalah penyakit yang berpotensi mengancam jiwa disebabkan oleh infeksi protozoa jenis Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang infektif. Infeksi Plasmodium falciparum membawa prognosis yang buruk dengan angka kematian yang tinggi jika tidak diobati, tetapi memiliki prognosis yang sangat baik jika didiagnosis dini dan diobati dengan tepat

Friday, February 12, 2016

Pankreatitis Akut : Pedoman penatalaksanaan

Pedoman ini memberikan rekomendasi penatalaksanaan bagi pasien yang menderita pankreatitis akut (AP). Selama beberapa dekade terakhir, telah muncul pengetahuan dan perkembangan baru dalam hal diagnosis, etiologi, serta penatalaksanaan dini dan lanjut dari penyakit ini. Karena diagnosis AP paling sering dibuat berdasarkan gejala klinis dan tes laboratorium, contrast-enhanced computed tomography (CECT) dan/atau magnetic resonance imaging (MRI) pankreas hanya digunakan bagi pasien yang diagnosisnya tidak jelas atau gagal mengalami perbaikan klinis. Status hemodinamik harus segera dinilai pada saat pasien masuk, dan penanganan resusitasi dapat dimulai jika diperlukan. Pasien yang mengalami kegagalan organ dan/atau sindrom respon inflamasi sistemik (SIRS) harus dimasukkan kedalam unit perawatan intensif atau perawatan intermediate jika memungkinkan. Hidrasi agresif harus diberikan bagi semua pasien, kecuali jika terdapat komorbid kardiovaskular dan/atau ginjal. Hidrasi intravena agresif dini paling berguna dalam waktu 12-24 jam pertama, dan kegunaannya akan berkurang setelah itu. Pasien penderita AP yang disertai dengan cholangitis akut harus menjalani endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) dalam waktu 24 jam setelah masuk ke rumah sakit. Stent duktus pankreatikus dan/atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) suppositoria rektal postprosedur harus diberikan untuk mengurangi risiko pankreatitis berat post-ERCP pada pasien yang berisiko tinggi. Tidak direkomendasikan pemberian antibiotik profilaksis secara rutin bagi pasien yang menderita AP berat dan/atau nekrosis steril. Pada pasien dengan nekrosis yang terinfeksi, antibiotik yang dapat mempenetrasi nekrosis pankreas dapat berguna untuk menunda intervensi, sehingga dapat mengurangi morbiditas serta mortalitas. Pada AP ringan, pemberian makanan oral dapat langsung dimulai jika tidak ada mual dan muntah. Pada AP berat, direkomendasikan pemberian nutrisi enteral untuk mencegah komplikasi infeksi, sedangkan pemberian nutrisi parenteral harus dihindari. Nekrosis pankreas dan/atau nekrosis ekstrapankreas dan/atau pseudokista asimptomatik tidak membutuhkan intervensi berapapun ukurannya, lokasi, dan/atau ekstensinya. Pada pasien stabil dengan nekrosis yang terinfeksi, drainase operatif, radiologis, dan/atau endoskopik harus ditunda, lebih bagus selama lebih dari 4 minggu, untuk memungkinkan terbentuknya dinding disekitar area nekrosis.

Friday, February 5, 2016

Obat Pelumpuh Otot

neuromuskular-junction
neuromuscular-junction, titik kerja obat pelumpuh otot

          Obat pelumpuh otot, baik golongan depolarizing maupun non depola-rizing, merupakan salah satu yang paling sering digunakan dalam anestesi. Sejarah penggunaan pelumpuh otot dimulai setelah ditemukannya curare dan di bawa ke Eropa dari Amerika Selatan oleh Charles Watweton pada tahun 1825. Namun penggunaannya secara rutin barulah setelah lebih 100 tahun kemudian, setelah ditemukannya cara pemberian napas buatan yang aman.

Wednesday, January 13, 2016

Transfusi Darah

Dengan meningkatnya jumlah kasus kecelakaan lalu lintas dan makin bertambahnya pembedahan-pembedahan besar maka keperluan akan transfusi darah akan meningkat pula.
transfusi-darah

          Tujuan transfusi darah pada penderita secara umum :
1.   Memperbaiki kemampuan pengankutan oksigen (oxygen carryng)
2.   Mengembalikan volume cairan darah yang hilang
3.   Memperbaiki faal bekuan darah
4.   Memperbaiki kemampuan fagositosis dan menambah sejumlah protein darah

          Berdasarkan pada tujuan di atas, maka saat ini transfusi darah cenderung memakai komponen darah disesuaikan dengan kebutuhan sel darah putih, granulosit, trombosit, dan plasma darah yang mengandung protein dan faktor-faktor pembekuan darah.