Sekilas Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor keratinosit kulit dan membran mukosa dengan tingkat keganasan bervariasi.

Etiopatogenesis :
Faktor pencetus :
  1. Sinar matahari
  2. Radiasi kronik
  3. Karsinogen kimia
  4. Virus
  5. Imunosupresan
  6. Sikatriks, keloid, ulkus kronik dan fistula
Klasifikasi :
Klasifikasi karsinoma sel skuamosa berdasarkan sistem klasifikasi TNM (Tumor, Modus, Metastasis) :
  • Tis        : karsinoma in situ
  • T0         : tidak jelas bentuk tumor primernya
  • T1         : lesi dengan diameter < 2 cm
  • T2         : lesi dengan diameter antara 2-5 cm
  • T3         : lesi dengan diamater >5 cm
  • T4         : lesi telah menyebar ke toto dan tulang
  • N0         : tidak ada penyebaran ke kelenjar getah bening
  • N1         : penyebaran homolateral dan mudah digerakkan
  • N2         : kontra atau bilateral dan mudah digerakkan
  • N3         : melekat di jaringan sekitarnya
  • M0         : tidak jelas metastasis
  • M1         : jelas metastasis jauh

Gambaran Klinis :
Gambaran klinis karsinoma sel skuamosa bervariasi berupa :
karsinoma-sel-skuamosa
  • Nodus berwarna seperti kulit normal, permukaan halus tanpa krusta atau ulkus dengan batas tegas tapi kurang jelas
  • Nodus kemerahan dengan permukaan papilomatous atau verukous menyerupai bunga kol
  • Ulkus dengan krusta pada permukaannya tapi meninggi, berwarna kuning kemerahan
  • Karsinoma sel skuamosa de novo lebih sering mengadakan invasi cepat dan terjadi metastase
 Tanda yang mengarah pada karsinoma sel skuamosa :
  • Luka yang tidak sembuh-sembuh
  • Luka yang bertambah besar atau berubah menjadi tumor
  • Luka atau tumor di sekitar orifisium harus diperhatikan secara seksama karena tumor pada daerah tersebut lebih mengadakan metastasis daripada daerah lainnya.

Diagnosis :
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan histopatologi

Penatalaksanaan :
Beberapa modalitas yang dapat dilakukan pada karsinoma sel skuamosa :
  • Cryosurgery
  • Kuretase dan elektrodesikasi
  • Bedah eksisi konvensial
  • Bedah mohs
  • Radiasi dan kemoterapi

Follow Up :
Pemeriksaan kulit dan kelenjar limfe regional setiap 2-3 bulan selama 2 tahun pertama

Mohs Micrographic Surgery (MMS)
  1. MMS adalah terapi bedah untuk mengangkat jaringan termasuk neoplasma kulit tertentu yang ditandai dengan konrol tepi yang sangat teliti yang memungkinkan pemeriksaan semua tepi jaringan yang akan diangkat.
  2. MMS merupakan teknik bedah untuk mengangkat tumor pada kulit dan membran mukosa. Paling sering digunakan pada kasus karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.
Indikasi MMS :

Karsinoma sel basal
  1. Resiko tinggi mengalami rekuren,periorbital dan canthal, sepertiga tengah muka, columela, periauricular tragal, post auricular sulcus, perioral, nasofacial sulcus dan perinasal, riwayat eksisi inkomplet, telah diterapi radiasi sebelumnya, riwayat rekuren ukuran besar.
    Gambaran histology : morpheaform, keratinizing, metatypical, infiltrating, multicentric, deep tissue or bone involvement
  2. Area of important tissue preservation : nasal tip and alae, bibir dan fermillion, palpebra, helix dan kanal telinga, tangan dan kaki, genitalia
  3. Penderita imunosupressed
Karsinoma sel skuamosa :
  1. Resiko tinggi mengalami rekuren,periorbital dan canthal, sepertiga tengah muka, columela, periauricular tragal, post auricular sulcus, perioral, lower ekstremitas, genitalia, temple, scalp,lip, mucosal, nail bed and matrix. Riwayat eksisi incomplete, telah diterapi radiasi sebelumnya, riwayat rekuren, ukuran besar,perineural dan perivaskular tumor anaplastik diferensiasi, deep tissue or bone involvement.
  2. Area of important tissue preservation : nasal tip and alae, bibir dan fermillion, palpebra, helix dan kanal telinga, tangan dan kaki, genitalia
  3. Penderita imunosupressed