Sekilas Melanoma Maligna

Merupakan tumor ganas pada kulit berasal dari sel melanosit dengan sifat biologik yang tidak dapat diperkirakan, mungkin berkembang dari nevus atau kulit normal.

Patogenesis :
  • Lesi primer berupa prekursor nevus melanositik
  • Faktor-faktor yang berperan untuk timbulnya melanoma maligna :
    1. ekspose terhadap sinar matahari
    2. Reaksi kulit terhadap cahaya matahari
    3. Faktor fenotip
    4. Status sosial dan jenis kelamin
    5. Adanya nevus melanositik
    6. Faktor hormonal
melanoma-maligna

Diagnosis :
  • Lesi awal dari makula, papel sampai nodul dengan diameter < 1 mm - > 6 mm
  • Umumnya berpigmen coklat atau hitam (hiperpigmentasi)
  • Asimetris, tepi ireguler, cepat berubah warna dan ukuran
  • Kadang terasa gatal, ulkus dan perdarahan
Diagnosis Banding :
  • Basalioma, skuamous sel karsinoma
  • Nevus pigmentosa, keratosis senilis, ulkus diabetik/kronik banal.
Pemeriksaan Penunjang :
  • Pemeriksan biopsi histopatologis (PA)
  • Pemeriksaan imunohistikomia
Stadium :
  • pT0    : Tumor primer tidak ada
  • pTX   : Tumor primer tidak dapat ditentukan
  • pTiS   : Melanoma insitu, lapis Clark I
  • pT1    : Tumor dengan ketebalan ≤  0,75 mm, clark II
  • pT2    : Tumor dengan ketebalan > 0,75 - 1,5 mm, Clark III
  • pT3    : Tumor dengan ketebalan > 1,5 - 4 mm, Clark IV
  • pT3a  : Tumor 1,5-3 mm
  • pT4    : Tumor dengan ketebalan > 4 mm, Clark V dan satelit dalam ± 2 cm sekitar tumor
  • pT4a  : Tumor dengan ketebalan > 4 mm
  • pT4b  : Satelit dalam 2 cm sekitar tumor  
  • NO     : Metastasis ke kelenjar getah bening (KGB) regional tidak ada
  • NX     : Metastasiske KGB regional tidak dapat ditentukan
  • N1      : Metastasis ke KGB regional, diameter terbesar 3 cm
  • N2      : Metastasis ke KGB regional, diameter > 3 cm dan atau metastasis in transit
  • MO    : Metastasis jauh tidak ada
  • MX    : Metastasis jauh tidak dapat ditentukan
  • M1     : Metastasis jauh ada
  • M1a   : Metastasis di kulit atau jaringan subkutan atau KGB di luar regional.
  • M1b   : Metastasis viseral.

    Dengan pedoman di atas, maka stadium klinis dapat ditentukan sebagai berikut :
  • Stadium 0   : pTiS, N0,M0
  • Stadium I   : pT1/pT2, NO, MO
  • Stadium II  : pT3, N0, M0
  • Stadium III : pT4, N0, M0 atau pT apa saja dengan N1 atau N2, M0
  • Stadium IV : pT apa saja, N apa saja, M1.
Penatalaksanaan :
Sangat  tergantung pada pemeriksaan histopatologik dan stadium klinisnya :
  • Stadium 0    : Eksisi dengan tepi bebas minimal 5 mm.
  • Stadium I     : Eksisi dengan tepi bebas 1-2 cm
  • Stadium II    : Eksisi dengan tei bebas 1-2 cm disertai tambahan interferon
  • Stadium III  : Eksisi luas tumor primer dengan tepi bebas 2-3 cm disertai tambahan interferon alfa 2b dan radioterapi bila ada indikasi.
  • Stadium IV  : Eksisi paliatif oleh karena metastasis jauh, kemoterapi dan atau imunoterapi serta radioterapi bila masih memungkinkan.