Sekilas Penyakit Kusta (Morbus Hansen)

Kusta atau morbus hansen merupakan infeksi menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae . Bakteri ini secara primer menyerang sistem saraf perifer manusia dan sekunder menyerang kulit serta organ lain kecuali sistem syaraf pusat.
lesi-kulit-penyakit-kusta
lesi kulit paha pada seorang penderita kusta. kredit : wikipedia

Diagnosis :
Diagnosis bisa ditegakkan bila dinemukan tanda kardinal (cukup salah satu saja) dari tanda berikut :
a. Makula hipopigmentasi ataupun eritematosa yang mati rasa atau kurang rasa.
b. Penebalan saraf perifer.
c. Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif.

Diagnosis banding :
a. Tinea versikolor (panu)
b. Pitiriasis alba
c. Vitiligo
4. Tinea korporis.
5. Hipopigmentasi post inflamasi.
6. Dermatitis Seboroik.
7. Pitiriasis Rosea.
8. Liken Planus.

Pemeriksaan penunjang diagnosis :
a. BTA : BI/MI
b. Uji Lepromin
c. Uji Serologis MLPA (mycobacterium leprae particle agglutination)
d. Pemeriksaan  Histopatologis (PA)
e. PCR

Bila ditemukan kelainan lain bisa konsultasi ke dokter spesialis mata, THT, bedah dan penyakit dalam.

Perawatan Rumah Sakit : sesuai indikasi

Terapi :
Pengobatan Kusta diberikan mengikuti standar regimen dari WHO
a. Tipe Pausibasiler :
     -  Rifampisin 600 mg/bulan, diminum di depan petugas rumah sakit / puskesmas.
     -  DDS (diamino difenil sulfat) 100 mg/hari.
     -  Diberikan secara teratur 6 dosis dalam 6-9 bulan.

b. Tipe Multibasiler :
    -  Rifampisin 600 mg/bulan, diminum di depan petugas rumah sakit/puskesmas.
    -  DDS 100 mg/hari.
    -  Lamprene 300 mg/bulan, diminum di depan petugas dan dilanjutkan dengan dosis 50 mg/hari.
    -  Diberikan teratur 12 dosis dalam 12-18 bulan.

Obat alternatif yang lain adalah regimen ROM (kombinasi dari Rifampisin 600 mg, Ofloksasin 400 mg dan Minosiklin 100 mg dalam satu tablet).

Dosis pemberian ROM sesuai tipe kusta :
a. Tipe Pausibasiler lesi tunggal : ROM satu kali dosis tunggal.
b. Tipe Pausibasiler  lesi 2-5 : ROM sekali dosis tunggal/bulan selama 6 bulan berturut-turut.
c. Tipe Multibasiler : ROM sekali dosis tunggal/bulan selama 24 bulan berturut-turut.

Selain obat-obat tersebut, pasien perlu juga diberikan vitamin yang bersifat neurotropik dan tablet penambah darah.

Setelah mengkonsumsi obat dengan teratur, pasien bisa dinyatakan bebas pengobatan (RFT) tetapi tetap kontrol teratur selama 2 tahun untuk tipe Pausibasiler dan  5 tahun untuk multibasiler.

Penyulit yang mungkin menyertai :
a. Ulkus plantaris sampai osteomielitis.
b. Mutilasi dan deformitas (kecacatan) yang menetap.
c. Reaksi Lepra.
d. Claw hand, drop foot.

Info tambahan baca juga : Morbus Hansen