Sekilas Rheumatoid Arthritis (Artritis Reumatoid / RA)

Apakah Rheumatoid Arthritis itu ?

artritis-reumatoid
rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis ( RA ) adalah penyakit autoimun yakni penyakit dimana sistem imun tubuh menyerang dirinya sendiri, menyebabkan peradangan sendi kronis. Selain terutama menyerang sendi, ia juga dapat menyebabkan peradangan di berbagai organ lain seiring perjalanan penyakit.

Orang dengan RA dapat mengalami peningkatan gejala -yang disebut flares (jilatan api) - yang dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu. Mereka juga dapat mengalami periode remisi di mana mereka memiliki sedikit atau tanpa gejala sama sekali. Tidak ada obat yang spesifik untuk rheumatoid arthritis, tetapi beberapa jenis obat dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meringankan gejala .

Siapa yang berisiko terkena Rheumatoid Arthritis?

Menurut Arthritis Foundation, rheumatoid arthritis menyerang sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat Perempuan menderita RA dua sampai tiga kali lebih sering dibandingkan pria, dan gejala pada wanita cenderung muncul antara usia 30 dan 60 tahun, sedangkan pada pria gejala biasanya berkembang di usia  lanjut.

Riwayat genetik yang diwariskan untuk penyakit ini kemungkinan ditemukan. Selain itu merokok juga merupakan faktor risiko, demikian pula infeksi-infeksi tertentu .

Apakah Juvenile Rheumatoid Arthritis itu?

artritis reumatoid juvenil
juvenila reumathoid arthritis
Juvenile rheumatoid arthritis ( JRA ), juga disebut juvenile idiopathic arthritis ( JIA ), adalah jenis arthritis yang terjadi pada anak-anak usia 1 sampai 16 tahun. Gejala yang dialami seperti kekakuan, pembengkakan, nyeri sendi, dan kadang-kadang demam dan disertai ruam. Untuk menegakkan didiagnosis RA pada anak, gejala yang dialami harus berlangsung setidaknya sekitar enam minggu .

Apa Perbedaan Antara  Sendi Normal yang Sehat dan Sendi rematik?

Arthritis mengacu pada lebih dari 100 jenis kondisi yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal, khususnya sendi. Sendi adalah bagian tubuh dimana tulang saling terhubung. Ketika terjadi arthritis , sendi dapat menjadi meradang, kaku, kemerahan, dan terasa nyeri.

Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis arthritis yang  diklasifikasikan sebagai 'sistemik ', yang berarti jenis artritis yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Kerusakan akibat RA dapat terjadi pada jaringan sekitar sendi termasuk tendon, ligamen, dan otot. Pada beberapa pasien, gejala dapat meluas ke kulit dan mata, dan organ lainnya termasuk hati, ginjal, jantung, dan paru-paru .

Apakah Penyebab Rheumatoid Arthritis ?

Penyebab dari rheumatoid arthritis masih belum diketahui pasti, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi.

Wanita lebih sering didiagnosis dengan RA , dan hal ini diduga adalah sebagai akibat keterlibatan estrogen yang mungkin turut mempengaruhi. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya komponen genetik yang cenderung untuk mengembangkan RA. Merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Pajanan debu tertentu seperti silika, kayu, atau asbes juga dapat menyebabkan risiko lebih tinggi untuk menderita RA. Diperkirakan infeksi virus atau bakteri tertentu dapat pula menjadi penyebab dari RA, tapi hal tersebut masih dalam penelitian.

Remisi, Relaps, dan jilatan api (flare)

Ketika seseorang dengan rheumatoid arthritis memiliki gejala seperti peradangan dan nyeri sendi, hal ini disebut flare. Flare dapat berlangsung dari minggu hingga bulan. Periode serangan ini dapat bergantian dengan periode remisi, yakni periode dimana gejala menjadi minimal hingga tidak ada.

Periode remisi dapat berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Setelah masa remisi, jika gejala muncul kembali, ini disebut relaps. Jadi adalah hal yang jamak ditemukan pada pasien RA memiliki periode flare, remisi, dan relaps pada perjalanan penyakitnya dan perjalanan ini bervariasi padasetiap pasien .

Ciri Rheumatoid Arthritis

Selain gejala yang khas seperti bengkak, nyeri, dan kaku sendi serta otot, pasien rheumatoid arthritis juga mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, demam ringan, kekurangan energi, rasa lemah dan kehilangan nafsu makan. Kekakuan otot dan sendi biasanya lebih berat di pagi hari atau setelah tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama.
Gejala lain termasuk benjolan di bawah kulit ( nodul rheumatoid ), sesak napas karena peradangan atau infeksi pada paru-paru, suara serak, dan masalah pada mata .

Apa Apakah Gejala lain Rheumatoid Arthritis ?

Pada  rheumatoid arthritis, tangan hampir selalu terkena. RA dapat mempengaruhi setiap sendi di tubuh, termasuk pergelangan tangan, siku, lutut, kaki, pinggul, dan bahkan rahang. Dalam kebanyakan kasus, sendi yang terkena serangan biasanya secara simetris, yang berarti sendi yang sama di kedua sisi tubuh.

Serangan Rheumatoid arthritis dapat sangat menyakitkan, dan peradangan yang kronis dapat menyebabkan hilangnya/lemahnya tulang rawan, kelemahan tulang, dan deformitas sendi .

Rheumatoid Arthritis dan Peradangan Organ

Rheumatoid arthritis adalah penyakit sistemik, yang berarti dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh. Selain sendi dan otot, RA dapat menyebabkan masalah di banyak daerah lain dari tubuh , diantaranya :
  • Mata dan mulut : peradangan pada kelenjar di mata dan mulut menyebabkan kekeringan, dan kondisi yang disebut sindrom Sjögren. Dimana juga dapat menyebabkan peradangan pada bagian putih mata ( skleritis ).
  • Paru-paru : radang selaput paru-paru ( pleuritis ) atau paru-paru itu sendiri sehingga menyebabkan sesak napas dan nyeri dada.
  • Jantung : peradangan pada jaringan sekitar jantung ( pericarditis ) dapat menyebabkan nyeri dada, yang cenderung lebih buruk ketika berbaring. Pasien RA juga berisiko lebih besar untuk serangan jantung.
  • Limpa : radang limpa ( sindrom Felty ) dapat menyebabkan penurunan sel darah putih, yang meningkatkan risiko terkena infeksi.
  • Kulit : benjolan di bawah kulit ( nodul rematik ), biasanya terletak di sekitar sendi yang terkena, sering pada titik-titik tekanan seperti siku, jari, dan buku-buku jari.
  • Pembuluh darah : peradangan pembuluh darah ( vaskulitis ) dapat membatasi suplai darah ke jaringan sekitarnya, hingga dapat menyebabkan kematian jaringan ( nekrosis ).

Apa yang dimaksud dengan Rheumatologis?

Seorang Rheumatologis adalah Dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan arthritis, dan gangguan lain dari sendi, otot, dan tulang, penyakit autoimun, dan penyakit jaringan lunak.

Seorang rheumatologis biasanya adalah spesialis penyakit dalam atau dokter anak, dengan pelatihan tambahan khusus untuk mengidentifikasi dan mengobati lebih dari 100 jenis arthritis di samping gangguan autoimun lainnya seperti lupus, asam urat, dan osteoporosis .

Bagaimanakah Rheumatoid Arthritis Didiagnosis?

Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosa rheumatoid arthritis. Pertama, pasien akan berkonsultasi dengan rheumatologis yang akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat gejala yang diderita. Sendi akan diperiksa untuk menentukan apakah ada peradangan dan nyeri, dan kulit diperiksa untuk mencari nodul rheumatoid. Dokter mungkin meminta tes darah atau sinar - X untuk membantu mendiagnosa penyakit.

Banyak penyakit lain seperti gout, fibromyalgia, dan lupus dapat menyerupai rheumatoid arthritis, sehingga dokter akan menyingkirkan penyakit lain sebelum melakukan diagnosis RA.

Tes Diagnostik Rheumatoid Artritis : Citrulline Antibody Test

Tes darah biasanya dilakukan untuk membantu membuat diagnosis rheumatoid arthritis. Tes ini memeriksa antibodi tertentu termasuk anti - cyclic citrullinated peptida antibodi ( ACPA ), faktor rheumatoid ( RF ), dan antibodi antinuclear ( ANA ), yang ditemukan pada mayoritas pasien RA.
Faktor reumatoid ( RF ) ditemukan pada sekitar 75 % sampai 80 % dari pasien RA, dan RF yang tinggi dapat menunjukkan gejala penyakit RA yang lebih agresif. Keuntungan dari tes anti- cyclic peptida citrullinated antibodi  ( ACPA ) adalah bahwa  seringkali ia dapat mendeteksi penyakit Rheumatoid artritis secara lebih dini, sehingga  pengobatan dapat pula lebih dini dimulai dan pasien dapat lebih baik mengelola penyakitnya.

Ditemukannya antibodi antinuclear ( ANA ) bukanlah diagnosis definitif untuk RA, tetapi kehadiran mereka dapat menunjukkan kepada dokter bahwa gangguan autoimun mungkin saja sedang terjadi.

Tes Diagnostik Rheumatoid Artritis : Kecepatan Sedimentasi ( Sed Rate) / Laju Endap Darah

Tes darah lain yang mungkin dapat membantu dokter menentukan sejauh mana keparahan peradangan pada sendi dan di tempat lain dalam tubuh adalah tes kecepatan sedimentasi eritrosit ( ESR, atau "sed rate" ) atau tes laju endap darah. Tes ini mengukur seberapa cepat sel-sel darah merah jatuh mengendap ke dasar sebuah tabung uji. Biasanya, semakin tinggi tingkat sedimentasi, semakin mungkin peradangan ada dalam tubuh.

Tes darah lain yang mengukur tingkat peradangan adalah tes protein C - reaktif ( CRP ) . Jika CRP  tinggi, tingkat peradangan biasanya tinggi juga, seperti selama periode flare .

Tes Diagnostik Rheumatoid Artritis : X -ray Sendi

Tes lain yang dapat digunakan untuk mendiagnosa rheumatoid arthritis adalah X - ray. Pada tahap awal penyakit, sinar - X tidak banyak membantu karena ia tidak dapat menunjukkan kerusakan jaringan lunak. Akan tetapi x-ray dapat berguna pada perkembangan penyakit periode selanjutnya untuk memantau bagaimana perjalanan penyakit tersebut dari waktu ke waktu sebab x-ray mampu menunjukkan bila terjadi erosi tulang.

Tes pencitraan lain yang mungkin digunakan termasuk scan kepadatan tulang ( DXA atau DEXA scan ), ultrasound, dan magnetic resonance imaging ( MRI ) .

Tes Diagnostik Rheumatoid Artritis : Arthrosentesis

Prosedur aspirasi sendi ( arthrosentesis ) dapat dilakukan untuk mendapatkan cairan sendi untuk diuji di laboratorium. Menggunakan sebuah jarum suntik steril menguras cairan dari sendi, yang kemudian dianalisa untuk mendeteksi kemungkinan penyebab pembengkakan sendi tersebut seperti arthritis.

Mengeluarkan  cairan sendi ini juga dapat membantu meringankan nyeri sendi. Pada beberapa kasus, kortison dapat pula disuntikkan ke dalam sendi selama prosedur aspirasi untuk menghilangkan rasa sakit lebih cepat .

Bagaimana Rheumatoid Arthritis Diobati ?

Saat ini, tidak ada obat spesifik untuk rheumatoid arthritis, tetapi ada beberapa obat yang dapat meringankan gejala. Kebanyakan pengobatan ditujukan untuk remisi, yakni mengurangi gejala yang diderita pasien atau menghilangkan gejala RA sama sekali.

Bila pengobatan dimulai pada awal proses penyakit, hal ini dapat membantu meminimalkan atau memperlambat  kerusakan sendi dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien. Pengobatan biasanya melibatkan kombinasi antara obat, olahraga, istirahat, dan melindungi sendi. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan .

Pengobatan Apa yang Digunakan untuk Mengobati Rheumatoid Arthritis?

Jika Anda didiagnosis dengan rheumatoid arthritis, semakin cepat pengobatan dimulai, kemungkinan semakin baik pula hasilnya. Ada banyak obat yang berbeda digunakan untuk membantu meringankan gejala RA dan dengan tujuan membawa pasien ke fase remisi. Jenis utama dari obat RA meliputi:
  • Disease-modifying antirheumatic drugs ( DMARDs ) seperti metotreksat, hydroxycholoroquine ( Plaquenil ), sulfasalazine ( Azulfidine, Azulfidine EN - Tabs ), leflunomide ( Arava ), dan azathioprine ( Iemuran )
  • Pemodifikasi reaksi biologis ( jenis lain dari DMARD ) seperti abatacept ( Orencia ), adalimumab ( Humira ), anakinra ( Kineret ), certolizumab dan pegol ( Cimzia ) etanercept ( Enbrel ), infliximab ( Remicade ), golimumab ( Simponi ), dan rituximab ( Rituxan )
  • Obat anti - inflamasi non steroid ( NSAIDs ) seperti ibuprofen ( Advil, Motrin ), ketoprofen ( Actron, Orudis KT ), naproxen sodium ( Aleve ), dan celecoxib (Celebrex)
  • Janus kinase ( JAK ) Inhibitor - obat baru yang disebut tofacitinib ( Xeljanz )
  • Kortikosteroid
  • Analgesik ( penghilang rasa sakit )
Obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit ( analgesik ) dan peradangan ( NSAIDs ) sering dianggap obat " lini pertama " karena mereka cepat bertindak dan dapat meredakan gejala dengan cepat.

Obat-obatan seperti DMARDs dan obat biologis memakan waktu lebih lama hingga memiliki efek, tetapi mereka dapat membantu mencegah peradangan dan kerusakan sendi .

Perawatan lain untuk Rheumatoid Arthritis

Meskipun tidak ada diet khusus, orang dengan rheumatoid arthritis harus selalu disarankan mengikuti pola makan dan diet yang seimbang dan sehat. Beberapa bahan makanan diketahui dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Asam lemak Omega - 3 adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak ikan dan memiliki manfaat anti - inflamasi, sehingga ikan seperti herring, makarel, trout, salmon, dan tuna dapat menjadi bagian dari diet yang sehat. Jika Anda memilih untuk mengkonsumsi suplemen minyak ikan, tanyakan kepada dokter Anda untuk dosis yang tepat.
  • Serat ekstra dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat menghasilkan protein C - reaktif yang lebih rendah ( CRP ) dalam darah. Tingginya kadar CRP menunjukkan risiko peradangan.
  • Banyak orang dengan RA memiliki kadar mineral selenium yang rendah .  Selenium ini dapat ditemukan dalam produk gandum - ganduman dan kerang. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi suplemen selenium untuk dosis yang tepat, karena bila berlebih dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.
  • Vitamin D dapat membantu menurunkan risiko RA pada wanita. Telur, roti yang diperkaya dan sereal, serta susu rendah lemak banyak mengandung vitamin D.
Bila beberapa bahan makanan di atas dapat meringankan peradangan, yang lain mungkin memicunya. Makanan yang digoreng, daging panggang, margarin, kuning telur, dan minyak tertentu dapat menyebabkan peradangan dan harus dimakan dalam jumlah sedang atau sebaiknya dihindari jika mungkin .

Perawatan lain untuk Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis juga dapat mempengaruhi organ lain dari tubuh, dan gejala-gejala yang dialami dapat diobati secara individual.
  • Sindrom Sjögren dapat menyebabkan kekeringan pada mata dan dapat diobati dengan obat tetes mata untuk melembabkan, dan juga tetes untuk meningkatkan produksi air mata seperti siklosporin ( Restasis ). Mulut kering berkaitan sindrom Sjögren dapat diobati dengan obat kumur dan pasta gigi khusus.
  • Radang selaput paru-paru ( pleuritis ) atau radang paru-paru itu sendiri dapat diterapi dengan kortikosteroid.
  • Peradangan selaput jantung (  pericarditis ) biasanya diterapi dengan menjaga tingkat peradangan di keseluruhan tubuh turun dan untuk tujuan ini banyak obat RA dapat membantu.
  • Radang limpa ( sindrom Felty ) dapat menyebabkan penurunan sel darah putih, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan dapat diobati dengan faktor stimulasi granulosit ( granulosit stimulating factor / GSF )  untuk meningkatkan jumlah sel darah putih.
  • Nodul rheumatoid mungkin memerlukan suntikan steroid, atau operasi untuk mengangkatnya jika parah.
  • Peradangan pembuluh darah ( vaskulitis ) dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit, antibiotik, dan melindungi daerah yang terkena dari infeksi .

Mengapa Istirahat dan Latihan Penting ?

Keseimbangan antara aktivitas fisik dan masa istirahat penting dalam mengelola rheumatoid arthritis. Latihan fisik dapat dilakukan lebih ekstensif bila gejala yang dialami minimal, sebaliknya lebih banyak beristirahat ketika gejala memburuk.

Latihan membantu menjaga kelenturan sendi dan gerakan. Ada berbagai macam terapi latihan fisik yang dapat diberikan, seperti latihan yang dapat membantu kekuatan, fleksibilitas, dan rentang gerak sendi tertentu atau bagian tubuh yang diserang oleh RA.

Perbanyak kegiatan rekreasi seperti berenang dan berjalan sebab  kegiatan tersebut sangat membantu melatih gerakan sendi dengan sedikit dampak pada sendi. Konsultasikan rheumatologis atau terapis fisik anda untuk mencari tahu latihan apa yang tepat untuk Anda.

Sebagaimana pentingnya aktivitas fisik sebagai terapi, begitu juga dengan istirahat. Bila Anda menderita RA dan gejala memburuk, yang terbaik dilakukan adalah beristirahat untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri sendi tersebut,serta mengatasi kelelahan yang mungkin menyertainya .

Apakah tindakan bedah merupakan opsi untuk Rheumatoid Arthritis?

Dalam kasus rheumatoid arthritis yang parah , pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi. Beberapa operasi dapat dilakukan seperti penggantian sendi, fusi sendi ( arthrodesis ), rekonstruksi tendon, dan pengangkatan jaringan yang meradang ( sinovektomi ). Diskusikan pilihan pengobatan Anda dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa yang tepat untuk Anda.