Gejala Diabetes Mellitus

Diabetes dapat dideteksi dengan tes urin sederhana untuk menemukan kadar gula yang berlebih. Untuk lebih memastikan, maka dapat dilakukan pemeriksaan glukosa darah. Selain tes-tes tersebut, mereka yang menderita diabetes, dapat menunjukkan gejala-gejala yang khas dan dapat dicurigai seseorang telah terkena diabetes.

Diabetes sangat mungkin ditemukan dengan gejala yang minimal atau bahkan tanpa menunjukkan gejala sama sekali. Hal ini menyebabkan penderita diabetes seringkali tidak menyadari dirinya telah terkena diabetes. Hampir setengah dari mereka yang pada akhirnya di diagnosis terkena diabetes tipe 2, pada awalnya tidak menunjukkan gejala.

Pada kondisi prediabetes juga tidak menunjukkan gejala apa-apa. Meskipun demikian, prediabetes dalam perjalanannya akan menjadi diabetes tipe 2 dan gejala akan muncul dengan lambat.
Sedangkan diabetes tipe 1 jarang yang tidak disadari gejalanya. Bahkan, seringkali gejala yang muncul disertai dengan keluhan nyeri perut, dan mual-muntah.

Gejala yang paling sering muncul pada penderita diabetes adalah terkait dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Gejala klasik diabetes adalah sering berkemih (polyuria) dan kerap merasa haus (polydipsi). Rasa lemah, dehidrasi dan masalah dengan kebiasaan makan, juga terkait tingginya kadar glukosa darah.

Gejala Umum Diabetes

Berikut beberapa gejala yang umum ditemukan pada penderita Diabetes Mellitus :

Sering berkemih (polyuri)
Pernahkah anda pergi ke kamar mandi lebih sering dari biasanya ? Apakah anda menghabiskan sebagian besar waktu anda di toilet tiap harinya ? Bila IYA, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
Sering berkemih merupakan gejala klasik dari diabetes. Bila insulin darah tidak efektif atau tidak ada sama sekali, maka ginjal tidak akan mampu memfilter glukosa kembali ke dalam darah. Sehingga, untuk melarutkan glukosa yang berlebih, ginjal akan menarik air dari darah, yang pada akhrnya membuat kandung kemih penuh dan anda sering berkemih
gejala-dan-tanda-diabetes

Rasa haus yang berlebihan (polydipsi)
Oleh karena penderita diabetes sering berkemih, maka tubuh harus segera mengganti cairan yang hilang. Hal inilah membuat mereka merasa haus yang berlebih. Sering merasa haus atau polydipsi ini, juga merupakan tanda klasik dari diabetes.

Rasa lapar yang berlebihan
Bila produksi insulin tidak memadai atau bahkan tidak ada atau terjadi resistensi terhadap insulin, maka sel-sel tidak dapat mengambil glukosa untuk diolah menjadi energi. Tubuh akan berespon dengan berusaha mencari tambahan energi dari luar, dalam hal ini makanan, sehingga timbullah rasa lapar yang terus menerus.

Bertambahnya berat badan
Berat badan bertambah terkait dengan rasa lapar yang berlebihan, sehingga konsumsi makanan pun berlebih yang akan ditimbun sebagai lemak tubuh.

Berat badan berkurang mendadak
Berat badan yang turun mendadak tidak seperti biasanya lebih umum dijumpai pada diabetes tipe 1, meski pada diabetes tipe 2 yang lama juga ditemukan. Oleh karena tidak ada insulin, glukosa darah tidak bisa digunakan dan tubuh akan mencari sumbe renergi alternatif. Selain dari meningkatnya rasa lapar, tubuh juga akan mendegradasi jaringan lemak dan otot untuk diolah menjadi energi,
Oleh karena sifat Diabetes tipe 1 yang lebih mendadak dibandingkan diabetes tipe 2 yang bertahap, maka penurunan berat badan juga lebih drastis teramati pada penderita Diabetes tipe 1.

Meningkatnya rasa lemah (fatigue)
Oleh karena sel-sel kerkurangan glukosa oleh tidak ada insulin atau resisten insulin, maka tubuh akan merasa lemah dan tidak bertenaga.

Lebih sensitif (iritable)
Mereka yang menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung, sering dikarenakan tubuh yang merasa lemah, kurang energi.

Pandangan kabur
Hal ini terjadi karena jaringan mata terdorong dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan ata untuk fokus. Dengan terapi yang tepat, hal ini bisa diatasi.  Pada kasus yang berat, dapat terjadi  kebutaan ataupun masalah penglihatan yang kronik.

Luka yang sulit sembuh
Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, maka akan mengganggu proses fisiologis penyembuhan luka sehingga membuat luka lama sembuh dan kering.

Infeksi kulit dan jamur yang berulang
Bila kadar glukosa tinggi, maka tubuh rentan terkena infeksi bakteri dan jamur khususnya jaringan kulit. Selain lama sembuh, juga cenderung berulang.

Kulit gatal-gatal
Bila kadar gula tinggi, pada kulit akan timbul gejala gatal-gatal non infeksi.

Gusi kemerahan dan bengkak
Seringkali pada penderita diabetes ditemukan gusi yang membengkak dan kemerahan. Gigi geligi juga dapat dengan mudah copot oleh karena gusi yang merenggang.

Infeksi gusi yang berulang
Selain kemerahan dan bengkak, gusi juga dapat terkena infeksi yang berulang dan sulit sembuh.

Disfungsi ereksi pada pria
Umumnya diderita pasien diabetes pria berusia 50 tahun ke atas , dimana terjadi disfungsi seksual yang konstan dan sering.

Rasa kebas dan kesemutan di jari tangan atau kaki
Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, akan merusak sel-sel saraf tepi dan juga pembuluh darah kecil yang menyuplai nutrisi untuk saraf tersebut. Sehingga pasien akan merasa kesemutan atau kebas.