Depresi post partum (depresi pasca melahirkan)

Macz Tags

Depresi postpartum merupakan penyakit serius yang terjadi dalam beberapa bulan pertama pasca seorang ibu melahirkan anaknya. Depresi juga dapat terjadi ibu yang keguguran dan yang melahirkan bayi mati dalam kandungan (KJDR).
depresi-sesudah-melahirkan
ilustrasi depresi post partum

Depresi post partum membuat ibu merasa sangat sedih, kehilangan harapan dan semangat hidup serta merasa tidak berarti. Hal ini membuat ibu yang terkena depresi, akan kesulitan merawat bayi yang baru saja dilahirkannya.

Depresi post partum berbeda dengan sindrom "baby blues" yang berlangsung cukup singkat dan berakhir dalam beberapa minggu. Depresi post partum berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya sejak pertama kali terkena.

Depresi pada ibu dapat menyebabkan resiko kesehatan yang serius baik bagi ibu dan bayi, meningkatkan resiko komplikasi selama kelahiran dan menyebabkan efek jangka panjang atau bahkan permanen pada perkembangan anak dan kesejahteraan bagi keduanya

Pada kasus yang jarang, beberapa wanita dapat terkena gejala depresi post partum yang lebih berat, disebut sebagai psikosis post partum. Kondisi psikosis port partum adalah suatu kondisi emergensi, karena dapat cepat memburuk dan membahayakan jiwa penderita dan orang di sekitarnya.

Depresi post partum merupakan masalah kesehatan publik yang signifikan, setiap tahun mempengaruhi 10% sampai 20% dari ibu baru.

The American Psychiatric Association Diagnostic dan Statistic Manual of Mental Disorders-IV (DSM IV) menggunakan istilah "post partum" lebih khusus untuk menggambarkan gejala gangguan depresi mayor, gangguan bipolar, atau gangguan psikotik singkat dimulai dalam waktu empat minggu setelah persalinan.

Gangguan depresi yang biasa terjadi pada kehamilan mempengaruhi 9% - 23% wanita antepartum dan 12% - 16% pada wanita post partum. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 3-11% menjadi bentuk depresi paling serius, yaitu major depressive disorder.

Wanita dengan riwayat depresi sebelumnya memiliki risiko 25% menjadi depresi post partum, sedangkan mereka yang memiliki riwayat depresi post partum memiliki 50% kesempatan untuk berulang.

PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO DEPRESI POST PARTUM
  • Secara pasti belum diketahui, diduga akibat perubahan level hormon beberapa saat setelah melahirkan bayi normal atau KJDR dan keguguran.
  • Riwayat gangguan mood
  • Penyalahgunaan zat atau riwayat ketergantungan alkohol
  • Depresi ibu dari kehamilan
  • Pernah menderita depresi atau riwayat keluarga dengan depresi dan sindrom manik-bipolar
  • Stres kehidupan
  • Hubungan perkawinan yang buruk
  • Status sosial yang rendah
  • Kurangnya dukungan sosial atau tidak adanya jaringan komunitas
  • Kehamilan yang tidak terencana atau tidak diinginkan
  • Keadaan sekitar persalinan
  • Masalah menyusui
  • Ras atau etnis.


GEJALA DEPRESI POST PARTUM

  • Gejala klasik depresi
  • Sering menangis
  • Patah semangat atau anhedonia
  • Emosi yang labil atau iritabilitas
  • Perasaan bersalah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Perasaan yang tidak memadai dan tidak mampu merawat bayi
  • Kelelahan
  • Mudah tersinggung
  • Berfikir tentang kematian (sendiri atau anak).

PENCEGAHAN DEPRESI POST PARTUM


Tetap menjaga fikiran dan kesehatan secara umum amat penting dalam mencegah terjadinya perubahan kadar hormon dan stres yang merugikan pasca melahirkan. Mintalah pertolongan dari orang sekitar bila mendapat gangguan tidur. Konsumsi makanan bergizi, olahraga yang adekuat serta menjaga hubungan harmonis dengan sesama.

Hindari penggunaan obat-obatan yang tidak direkomendasikan dokter, serta jangan mengkonsumsi alkohol, kafein dan nikotin. Bila khawatir terkena depresi, lakukan kontrol pasca melahirkan lebih dini dari jadwal yang biasanya.

Sebaiknya lakukan skrining selama hamil, terutama pada wanita yang tergolong berisiko tinggi, seperti : riwayat menderita depresi sebelum atau selama hamil, riwayat keluarga dengan depresi, mendapat kekerasan dalam rumah tangga,dll. Skrining dapat dilakukan oleh dokter yang berkompeten.

ALAT SKRINING DEPRESI POST PARTUM
  • BDI®-FastScreen for Medical Patients (previously known as the Beck Depression Inventory-Primary Care version or BDI-PC)
  • Center for Epidemiologic Study Depression Scale (CES-D)
  • Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS)
  • Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D)
  • Montgomery-Asberg Depression Rating Scale (MADRS)
  • Patient Health Questionnaire-2 (PHQ-2)
  • Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9)
  • Postpartum Depression Screening Scale (PDSS)
  • RAND 3-Question Screen
skrining-depresi-post-partum
anjuran agar wanita hamil melakukan skrining depresi post-partum

PENEGAKAN DIAGNOSIS DEPRESI POST PARTUM


Menggunakan Kriteria Depresi Mayor Menurut DSM-IV.
Lima (atau lebih) gejala berikut telah hadir selama 2 minggu dan mewakili perubahan dari fungsi sebelumnya, dan setidaknya harus ada salah satu gejala wajib (1) suasana hati depresi atau (2) kehilangan minat atau kesenangan.
  • Mood depresi
  • Berkurangnya minat atau kesenangan yang nyata
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
  • Agitasi psikomotor atau retardasi
  • Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
  • Perasaan tidak berharga, berlebihan, merasa bersalah atau tidak pantas
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau keraguan, hampir setiap hari
  • Ide bunuh diri
  • Gejala tidak memenuhi kriteria untuk Episode Campuran
  • Gejala menyebabkan penderitaan
  • Gejala tersebut tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung suatu zat
  • Gejala tersebut tidak lebih baik dijelaskan bila ada kejadian duka cita
  • Onset postpartum specifier

TERAPI DEPRESI POST PARTUM


1. Psikoterapi :
  • Cognitive-behavioral therapy
  • Interpersonal therapy
  • Psychodynamic therapy
  • Supportive psychotherapy
  • Psychoeducation
2. Farmakologi
  • Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors (SSRI)
  • Tricyclic Antidepressants
  • Serotonin–norepinephrine reuptake inhibitor
  • Golongan lain
Obat anti depresan golongan SSRI merupakan pilihan pertama. Anti depresan SSRI dan tricyclic, amaa dikonsumsi pada wanita yang menyusui karena obat tidak dieksresikan ke dalam air susu ibu, atau hanya diekskerikan dalam jumlah yang sangat kecil. (pengecualian untuk obat doxepin)