KISTA PADA VULVA

Macz Tags

Kista pada vulva merupakan salah satu tumor jinak yang paling sering ditemukan pada daerah intim wanita. Berikut beberapa jenis kista yang dapat mengenai vagina

1. KISTA SEBASEA

Kista sebasea merupakan kista yang mengenai kelenjar sebasea di daerah vagina. Kelenjar sebasea dan kelenjar apokrin terdapat di labia mayora, labia minora dan mons veneris. Kista terbentuk bila terjadi sumbatan pada duktus yang disebabkan oleh debris ataupun akibat fibrosis.

Gejala
Kista sebasea sering ditemukan, umumnya mengenai satu atau kedua labia, berwarna kekuning-kuningan, khas dan berupa nodul yang tidak disertai dengan rasa sakit.

Terapi
Eksisi dianjurkan bila kista mengalami infeksi sekunder. Demikian pula bila ukuran lesi melebihi 0,5 – 1 cm, ataupun karena alasan kosmetik. 

2. KISTA EPIDERMOID


Kista epidermal umumnya disebut kista inklusi epidermal. Dapat merupakan suatu kelainan kongenital (dibawa sejak lahir), tetapi lebih sering sebagai akibat dari tertanamnya epitel atau kulit perineum saat tindakan pembedahan pada vulva, terutama episiotomi.

Gejala
Sering di temukan di perineum dan dinding posterior vagina dan kadang-kadang di bagian lain vulva. Bila merupakan suatu kelainan kongenital, umumnya berada di daerah garis tengah.
Kista ini biasanya berukuran kecil dan jarang melebihi besar dari kacang polong, Penderita umumnya memiliki kista yang multipel, utamanya di labium mayus. Umumnya asimptomatik (tidak bergejala) dan lebih menimbulkan masalah kosmetik. Kadang-kadang kista dapat mengalami erosi dan terinfeksi. Kista epidermal yang kecil dan terisolasi sering dikacaukan dengan hidradenoma.
Kista ini memberikan gambaran perkejuan, sehingga sering dikacaukan dengan kista sebasea.

Terapi
Penanganan tidak dianjurkan pada penderita yang asimptomatik (tanpa gejala). Pada penderita dengan lesi multipel yang simptomatik dilakukan eksisi.

3. KISTA HIMEN DAN KISTA KLITORIS


Diduga berasal dari sisa-sisa duktus Wolffian (Gartner) dan dilapisi oleh epitel kuboid. Umumnya menyebabkan masalah bila terinfeksi dan menjadi abses yang rekuren atau sinus persisten.

4. KISTA DUKTUS SKENE


Merupakan pelebaran kistik dari kelenjar Skene yang khas berlokasi dekat dengan orifisium uretradi vestibulura. Walaupun kebanyakan ukurannya kecil dan sering asimptomatik, tetapi mempunyai kemungkinan membesar dan menyebabkan obstruksi pada saluran kemih sehingga memerlukan tindakan eksisi.

5. KISTA KELENJAR BERTHOLINI


Kista Bartolini merupakan kista yang paling sering ditemukan di daerah vulva (0,5% dari penderita ginekologi) yang disebabkan oleh oklusi (penyumbatan) pasca inflamasi dari duktus kelenjar Bartholini, akibat akumulasi mukus dan sering asimptomatik. Baca juga Sekilas kista Bartolinikista-kelenjar-bartolini
Gejala
Umumnya diawali dengan infeksi akut dari vulva, yang pada kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri gonokokus. Infeksi pada kelenjar Bartolini menghasilkan bahan purulen (nanah), dan pembesaran yang terjadi dengan cepat, disertai rasa nyeri dan terbentuk massa abses (abses Bartholini).
Pembengkakan dapat berkisar antara 1 – 8 cm. Jika berukuran kecil dapat dengan mudah dipalpasi dengan jari telunjuk di vagina dan ibu jari di perineum.

Terapi
Penanganannya dilakukan marsupialisasi, yaitu melakukan irisan berbentuk elips kurang lebih 2 cm di lateral dari cincin himen dan isi dari kista dikeluarkan. Tepi kulit kemudian di jahit lajur dengan menggunakan benang yang mudah diabsorbsi dan jarum atraumatik.
Kateter inflatable-bulb tipped (Word Catheter) dianjurkan, dan mudah digunakan. Katetar diinsersikan ke luka irisan pada abses. Balon kateter dikembungkan dengan mengisi larutan saline 2 – 3 cc dan dibiarkan selama 4 – 6 minggu, sampai terjadi epitelisasi membentuk saluran keluar kelenjar yang permanen. 

6. Lainnya
Kista endometriotik kadang-kadang terdapat pada vulva, dan umumnya disebabkan oleh implantasi pada luka episiotomi.