Thursday, January 17, 2019

Patah Tulang

Halfian Tags

Tulang patah atau patah tulang sederhana adalah retakan atau patah pada tulang belulang. Patah tulang bisa lengkap atau sebagian. Jika tulang yang patah menembus permukaan kulit, disebut fraktur terbuka atau fraktur gabungan.

Penyebab patah tulang 


Patah tulang umumnya terjadi akibat benturan keras atau trauma langsung pada tulang, selain itu  beberapa penyakit dapat melemahkan tulang dan menyebabkannya patah. Retakan yang sangat kecil pada tulang yang disebut fraktur stres dapat disebabkan oleh penggunaan (pembebanan) tulang secara berlebihan.

Penyebab patah tulang paling umum diantaranya :

  • Cidera olahraga berdampak tinggi
  • Gerakan traumatis, kuat, dan tidak alami
  • Terlalu sering digunakan - berjalan atau berlari jarak jauh dalam waktu lama
  • Jatuh
  • Kecelakaan
  • Osteoporosis
  • Tumor tumbuh di dekat tulang

Gejala patah tulang


  • Posisi anggota tubuh atau sendi yang salah atau cacat
  • Bengkak, memar, atau berdarah
  • Rasa sakit yang hebat
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Mobilitas terbatas atau ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota tubuh

Jenis dan macam patah tulang


  • Fraktur Sederhana: tulang patah di satu tempat
  • Fraktur Tertutup: kulit di atas tulang yang patah belum tembus
  • Fraktur Comminuted: patah tulang memiliki tiga atau lebih fragmen tulang
  • Fraktur Terbuka atau gabungan : kulit di atas fraktur telah tembus, dan tulang yang patah kelihatan.
  • Fraktur Miring (obliq): garis patahan tulang miring (membentuk sudut) terhadap sumbu panjang tulang.
  • Fraktur Undisplaced (tidak bergeser) atau Fraktur Stabil: potongan tulang yang patah tetap sejajar
  • Fraktur Displaced (bergeser) : potongan tulang yang patah tidak sejajar
  • Fraktur Transversal: fraktur berada pada sudut tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang
  • Greenstick Fracture: fraktur ada pada salah satu sisi tulang, menyebabkan lengkungan pada sisi tulang lainnya

patah-tulang
ilustrrasi patah tulang. sumber 

Pertolongan pertama patah tulang


Jika Anda merasa tulang Anda retak, Anda harus segera mencari perawatan medis darurat. Sinar-X sering digunakan untuk menemukan dan menilai derajat fraktur. Potongan-potongan yang patah mungkin perlu dimasukkan kembali ke tempatnya dan kemudian diimobilisasi sampai tulang-tulang tersebut dapat sembuh seiring tulang-tulang baru terbentuk di sekitar patahan. Proses ini disebut stabilisasi.

Anda mungkin perlu mengenakan gips ataupun belat (bidai), atau mungkin harus dioperasi untuk memasukkan pelat, pin, atau sekrup untuk menjaga tulang tetap pada tempatnya.


Penyembuhan patah tulang


Segera setelah patah tulang, tubuh membentuk bekuan darah pelindung dan kalus atau jaringan fibrosa untuk melindungi daerah yang terluka. Sel pembentuk tulang mulai membentuk tulang baru di tepi lokasi fraktur dan tumbuh menuju satu sama lain. Seiring waktu, fraktur menutup sepenuhnya, dan kalus tulang diserap.

Perawatan untuk patah tulang


Jenis perawatan akan tergantung pada jenis patah tulang dan tulang spesifik yang terlibat.

  • Casting: Setelah patah tulang telah dimanipulasi kembali ke posisi yang tepat, gips atau gips fiberglass dipasang untuk menjaga tulang tidak bergerak selama proses penyembuhan.
  • Traksi: Pada patah tulang tertentu, sebuah sistem dibuat untuk menghasilkan tarikan yang lembut namun stabil sehingga tulang bisa selaras/sejajar.
  • Fiksasi eksternal: Pin atau kawat dimasukkan ke dalam tulang melalui kulit di atas maupun di bawah fraktur. Pin ini terhubung ke cincin atau bar di luar kulit yang menahan pin tersebut pada tempatnya. Setelah tulangnya sembuh, pin-pin dapat dilepas.
  • Fiksasi internal: Melalui prosedur bedah, batang logam, kawat, atau sekrup dimasukkan ke dalam fragmen tulang untuk menyatukannya.

Rehabilitasi


Fraktur biasanya sembuh dalam waktu sekitar empat hingga enam minggu, tetapi beberapa bisa memakan waktu beberapa bulan tergantung pada sejauh mana cedera dan seberapa baik Anda mengikuti instruksi rehabilitasi.

Gips atau kawat gigi sering dilepas sebelum penyembuhan total tercapai untuk mencegah kekakuan sendi. Nyeri biasanya telah berkurang meski tulang belum cukup kuat sepenuhnya untuk dipakai berolahraga, sehingga  kerjasama dengan terapis rehabilitasi sangat penting untuk menghindari cedera lebih lanjut.

Setelah tulang telah sembuh dan kuat, merupakan saat yang aman untuk mulai membangun kekuatan otot. Selama tidak digunakan, otot akan mengalami atrofi dan menjadi sangat lemah. Tendon dan ligamen mungkin juga menjadi kaku karena kurang digunakan. proses rehabilitasi meliputi fleksibilitas, latihan keseimbangan dan penguatan dan peningkatan aktivitas secara bertahap. Terapi fisik adalah metode yang disukai sebelum dapat kembali berolahraga dengan aman.

This Is The Newest Post